AI (ChatGPT) Sudah Jadi Skill Dasar, Bukan Sekadar Tren Lagi

AI (ChatGPT) Sudah Jadi Skill Dasar, Bukan Sekadar Tren Lagi

2026-01-31
Tapi Banyak yang Salah Pakai dan Tidak Sadar

Beberapa tahun lalu, AI masih dianggap hal futuristik. Sekarang, di dunia kerja dan pendidikan, AI seperti ChatGPT sudah jadi alat bantu harian. Admin menggunakannya untuk menyusun laporan, marketer untuk brainstorming konten, trainer untuk merapikan materi, bahkan pelajar untuk memahami topik yang terasa rumit.

Masalahnya, banyak orang merasa:

Saya sudah pakai ChatGPT, tapi kok hasilnya biasa saja?

Di EL MATRA, tempat kursus komputer Makassar, kami sering menemui hal ini. Bukan karena AI-nya kurang pintar. Hampir selalu karena prompt yang digunakan terlalu asal.

AI Itu Bukan Peramal, Tapi Asisten

ChatGPT tidak membaca pikiran. Ia bekerja berdasarkan instruksi yang kita berikanTanpa prompt yang jelas, hasilnya akan:

    • Terlalu umum
    • Tidak sesuai konteks
    • Terasa dangkal

Sebaliknya, saat prompt disusun dengan baik, hasilnya bisa jauh lebih relevan dan siap pakai.

Contoh Prompt yang Kurang Tepat

Buatkan caption Instagram

Hasilnya biasanya generik, datar, dan terasa AI banget.

Contoh Prompt yang Lebih Tepat

Buatkan caption Instagram untuk lembaga kursus komputer Makassar, target usia 18-25 tahun, gaya bahasa santai tapi sopan, fokus ke manfaat skill digital untuk kerja.

Perbedaannya langsung terasa. AI jadi paham konteks.

Contoh Prompt di Dunia Kerja
    • Buatkan laporan
    • Buatkan draft laporan kegiatan pelatihan komputer selama 3 hari, gaya bahasa formal tapi ringkas, cocok untuk laporan ke instansi.
Contoh Prompt di Dunia Pendidikan
    • Jelaskan Excel
    • Jelaskan fungsi VLOOKUP di Excel dengan bahasa sederhana untuk pemula, sertakan contoh kasus sehari-hari.

Inilah yang disebut prompt literacy”kemampuan dasar yang sekarang mulai dicari di dunia kerja.

AI Tidak Menggantikan Manusia, Tapi Mempercepat yang Siap

Orang yang paham dasar AI dan prompt:

    • Bekerja lebih cepat
    • Lebih rapi menyusun ide
    • Lebih percaya diri saat belajar atau bekerja

Sebaliknya, yang asal pakai AI sering merasa:

AI-nya tidak membantu.

Padahal masalahnya ada di cara menggunakan.

EL MATRA dan Adaptasi AI dalam Pelatihan

Di EL MATRA, kursus komputer Makassar, pendekatan AI sudah mulai diintegrasikan ke dalam proses belajar. Bukan sebagai jalan pintas, tapi sebagai alat bantu produktivitas.

Peserta tidak hanya diajarkan menggunakan aplikasi, tapi juga:

    • Cara berpikir saat memberi instruksi ke AI
    • Cara memanfaatkan ChatGPT untuk kerja nyata
    • Cara tetap kritis terhadap hasil AI

Karena di dunia kerja hari ini, yang dibutuhkan bukan sekadar bisa pakai AI, tapi tahu kapan, bagaimana, dan untuk apa AI digunakan.

AI adalah alat. Skill manusianya tetap penentu. Menurut kamu, ChatGPT selama ini lebih sering membantu atau justru bikin bingung?